Berjabat Tangan

Bankir-Indonesia Melakukan jabat tangan terhadap sesama Muslim merupakan amalan yang disunnahkan. Bahkan, perbuatan inilah yang selalu dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) saat beliau bertemu dengan para sahabatnya. Disamping sunnah, berjabat tangan juga bisa menghapus kesalahan kedua pihak yang mengamalkannya. Sebagaimana diriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Jika dua orang Muslim bersalaman, kedua telapak tangan mereka tidak berpisah, kecuali telah mendapatkan ampunan untuk keduanya.” (Riwayat At-Thabarani). Oleh sebab itu, ada adab-adab yang perlu diperhatikan, sehingga tidak hanya pahala bersalaman yang diperoleh, tapi kerekatan ukhuwwah pun bisa diraih. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan, agar jabat tangan menjadi lebih “hangat”: Mengucap salam sebelum berjabat tangan Rasulullah SW bersabda, ”Tidaklah bagi dua orang Muslim yang bertemu, hingga salah satu dari mereka mengucap salam dan berjabat tangan, dan tidak berjabat tangan kecuali karena Allah, maka keduanya tidak berpisah, kecuali setelah keduanya diampuni.” (Riwayat Ahmad). Berjabat tangan karena Allah Telah disebutkan dalam Hadits di atas, bahwa berjabat tangan pun dilakukan bukan karena apa-apa, melainkan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT) semata. Dengan demikian akan tumbuh rasa persaudaraan yang juga didasari karena Allah SWT semata. Tidak segera melepas jabat tangan Dari Ya’qub bin Sufyan Radhiyallahu Anhu (RA) bahwa Rasulullah SAW, jika berjabat tangan dengan orang lain atau orang lain menjabat tangan beliau, maka beliau tidak melepas kecuali setelah pihak lain melepas tangannya terlebih dahulu. (Riwayat At-Tirmidzi). Tidak memalingkan pandangan Dari Ya’qub bin Sufyan (RA), bahwa Rasulullah SAW tidak memalingkan pandangan dari pihak yang berjabat tangan dengan beliau sampai ia berlalu meninggalkan beliau. (Riwayat At-Tirmidzi). Menampakkan rasa kecintaan saat berjabat tangan Beberapa ulama berpendapat bahwa menggerak-gerakkan tangan saat berjabat tangan termasuk hal yang dianjurkan. Hal ini dilakukan untuk menampakkan rasa kecintaan terhadap pihak yang diajak berjabat tangan (Hasiyah Al-Adawi, 2/436). Tidak berjabat tangan dengan lawan jenis yang bukan mahram Jumhur ulama berpendapat bahwa berjabat tangan dengan lawan jenis dilarang secara mutlak. Pendapat ini berpijak pada sebuah Hadits, bahwa Aisyah RA pernah mengatakan, “Demi Allah, tidak ada wanita yang menyentuh tangan Rasulullah SAW saat bai’at…” (Riwayat Al-Bukhari). *Thoriq/Suara Hidayatullah JANUARI 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s